'Perkakas' yang Wajib Saya Bawa saat Bepergian

Obat-obatan dan Suplemen yang Wajib saya Bawa

Sekadar ilustrasi, bukan iklan. 

[https://abah-raka.com] - Pada artikel sebelumnya, tentang penyakit bapak-bapak yang dapat Diantisipasi dengan Gaya Hidup Sehat, saya menuliskan pengalaman beberapa penyakit kenyes-kenyes, yang mungkin dialami juga oleh pembaca. Intinya, penyakit tersebut relatif dapat dihindari jika menerapkan gaya hidup sehat.

Artikel ini sebelumnya bagian dari Catatan Bapak-bapak, tapi karena cukup panjang akhirnya saya split menjadi tulisan tersendiri.

Beberapa penyakit kenyes-kenyes yang sering saya alami pasca 35 plus tersebut atau tepatnya 40plus, jika dapat diantisipasi, pada dasarnya tidak memerlukan obat. Atau setidak-tidaknya, jika teman-teman pembaca ingin menghindari obat-obatan kimia, maka terapkanlah gaya hidup sehat.

Namun, jika penyakitnya sudah kadung menjangkit, apa boleh buat, biasanya vitamin pun jadi enggak mempan. Maka terpaksalah minum obat-obatan kimia. Saya menganggapnya, obat-obatan dan lainnya ini menjadi perkakas yang harus dan wajib saya bawa ketika saya bepergian, baik dalam kota maupun ke luar kota.

Ada beberapa perkakas atau obat-obatan yang selalu saya sediakan dan sering saya bawa kemana-mana. Apa saja? Berikut perkakas-perkakas tersebut:

Perkakas yang Wajib saya Bawa: Minyak Angin

Generasi jadul pasti tahu betul ada minyak angin cap kapak ya. Namun lebih kekininian populer dengan Freshcare. Setelah generasi minyak angin, terganti dengan kayu putih. Tapi Freshcare belakangan lebih praktis apalagi terdapat roll-on-nya untuk memijat atau kerok. Beberapa kali masuk angin, minum cairan herbal sudah tidak mempan lagi. Dan lebih mempan menggunakan freshcare. Setelah dioles-oles oleh Freschcacre lanjut  istirahat biasanya sakit kepala terasa agak ringan.

Perkakas yang Wajib saya Bawa: Obat Flu

Kedua, obat bersin-bersin. Ada beberapa obat bersin-bersin, tapi saya lebih cocok minum pil warung berwarna biru, yaitu dengan gambar orang bersin-bersin dan sakit kepala. Minum satu butir jika langsung istirahat biasanya cairan yang terus-terusan keluar dari hidung langsung berhenti. Ini panasea banget.

Belakangan bersin-bersin juga bisa berhenti dengan minum teh tubruk. Tapi masih perlu bukti lagi. Karena di rumah tidak pernah menyediakan teh tubruk, trennya lebih ke teh celup.

Beberapa waktu lalu, saat mengisi suatu pelatihan, saat di perjalanan terus-terusan bersin. Karena sedang ramadhan, enggak bisa maksain minum obat pilek. Alhasil selama mendampingi peserta, terusan-terusan bersin. Kecuali saat sedang ngomong bersinnya berhenti.

Saat buka, pihak hotel menyediakan ‘kulineran’ salah satu minuman tersedia adalah teh tubruk. Sambil menutup hidung, saya pun menyeduh Teh tubruk dengan julah teh beberapa sendok. Saat beberapa teguk, ternyata bersin-bersinnya berhenti. Padahal biasanya, jika tidak minum obat enggak pernah berhenti. Bisa jadi ada sebab dari teh tubruk? Perlu saya buktikan ini.

Perkakas yang Wajib saya Bawa: Obat Sakit Kepala dan Demam

Ketiga, saya menggunakan obat sakit kepala yang sering diresepkan oleh dokter. Obatnya relatif mudah didapatkan di apotek. Dosisnya juga ringan. Saya minum obat ini jika sudah terpaksa. Beberapa kali sakit kepala, bisa sembuh dengan kopi dan beraktivitas sampai mengeluarkan keringat. Tapi jika terpaksa karena sulit beraktivitas dengan mengeluarkan keringat, akhirnya minum obat ini. Saya sengaja tidak menyebutkan nama obatnya agar tidak terkesan promosi hehehe...

Perkakas yang Wajib saya Bawa: Tablet Antiseptik

Keempat, Tablet antiseptik, bukan antibiotik. Sebelumnya saya sering menggunakan yang antibiotic, tapi setelah tahu bahaya antibiotik jika dikonsumsi terlalu sering akhirnya berhenti. Apalagi, mengkonsumsi antibiotic, jika saran dokter-dokter harus langsung sampai habis. Jika tanpa resep, bahaya juga untuk kekebalan tubuh ke depannya. Akhirnya setelah tahu, saya berhenti.

 Dan sekarang jika mendekati gejala radang, saya lebih mengkonsumsi yang antiseptik. Ada beberapa tablet hisap antiseptik yang mirip antibiotik. Mengkonsumsi antisptik, tidak seperti antibiotik, jadi tidak ada kewajiban untuk menghabiskan tabletnya sampai habis. Jika gejalanya sudah hilang, bisa berhenti.

Perkakas yang Wajib saya Bawa: Obat Lambung

Kelima, obat lambung, antimual khususnya, yang resep dokter. Bukan dari warung. Seharunya menggunakan resep dokter. Tapi apotek tertentu karena dosisnya ringan, biasanya memberikan juga asal menyebutkan atau membawa bekas bungkusnya. Cukup mujarab, dan dosisnya relatif rendah/ hijau.

Obat Ini saya konsumsi jika sudah mual-mual. Memang tidak sesering pilek, tapi jika mual sudah menjangkit selain sakit kepala, badan juga menjadi terasa tidak karuan.  Sehingga mengganggu total aktivitas. Makanya wajib banget antisipasi bawa obat ini jika bepergian ke luar kota khususnya.

Perkakas yang Wajib saya Bawa: Antiangin Herbal

Keenam obat tersebut merupakan perkakas yang jika bepergian jauh wajib tersedia dalam tas. Herbal antiangin saya minum hanya untuk antisipasi, karena jika sudah menjangkit usia 40plus ternyata sudah tidak mempan lagi.

Namun, freshcare dan obat pilek khususnya menjadi perkakas utama yang saya bawa sehari-hari, karena seringkali masuk angin dan pilek menjadi penyakit kenyes-kenyes yang sering saya alami.

Oh ya, istilah kenyes-kenyes itu sebener saya gunakan untuk menggambarkan penyakit yang cepat datang tapi juga bisa cepat perginya atau penyakit bagi badan yang manja, yang jika kita mau berusaha sedikit sebetulnya penyakit tersebut gak akan hinggap pada tubuh kita.

Namun, sebelum penyakit kenyes-kenyes tersebut hinggap pada tubuh, biasanya saya selalu berusaha untuk mengkonsumsi sayur-sayuran sama buah-buahan. Itu cukup membantu menjaga imun tubuh agar tidak terlalu sering terkena penyakit kenyes-kenyes tersebut. Apalagi ditambah dengan olahraga rutin, minimal 30 menit jogging hingga keluar keringan bercucuran. Selain tubuh dan kaki terasa lebih enteng, juga menjaga imun tubuh agar bisa mengantisipasi penyakit kenyes-kenyes.

Dan rencananya, setelah lebaran ini, setidaknya minimal setiap hari sabtu dan minggu, minimal 30 menit wajib streching dan jogging ringan. Selain untuk menjaga imun tubuh, juga menjaga otak agar tetap bisa fokus, tidak cepat ngantukan. 

Mungkin pembaca punya pengalaman yang sama?***[]

 

 

6 komentar untuk "'Perkakas' yang Wajib Saya Bawa saat Bepergian"

  1. Oalah kirain perkakas beneran, ternyata...wkkwkwk. emang ya faktor umur gak bisa boong. Udah siap siap aja bawa obat 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi mas Amin, usia gak bisa boong ya, makin sini makin ke sana ini badan, semakin kenyes2

      Hapus
  2. Perkakas yang dibawa saat perjalanan seperti ini memang sering dianggap sepele, padahal justru jadi penyelamat di kondisi darurat. Aku juga pernah mengalami hal kecil di jalan yang akhirnya bisa diatasi karena bawa alat sederhana. Dari situ jadi sadar kalau persiapan itu penting banget, apalagi untuk perjalanan jauh atau ke tempat yang minim fasilitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, kalo gak ada itu apalagi yang gak dijual di pasaran bisa berabe, apalagi kalo liburan, bisa gagal total

      Hapus
  3. Dulu aku selalu ngatain mamaku rempong karea ke mana-mana pasti ribet cari barang-barang ini. Sekarang coba tebak ... AKU JUGA HARUS BAWA! Terutama obat flu dan aromaterapi, pokoknya harus ada yang diendus-endus supaya badan tetep seger 😂

    BalasHapus
  4. Ampun. Kirain perkakas apaan dah. Tapi iya sih. Kalau kemana-mana, mending membekali diri sendiri dengan kebutuhan kayak obat-obatan ringan. Biar tetap nyaman.

    Kalau aku biasanya sih antiangin herbal dan minyak aromaterapi gitu, semacam freshcare dan kawan-kawan.

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya ya...