Penyakit Bapak-bapak yang Bisa Diantisipasi dengan Gaya Hidup Sehat

Usia, Gaya Hidup, dan Kesehatan

Ilustrasi Pilek, sumber: klikdokter

[https://www.abah-raka.com] - Tahu enggak sih, waktu umur 20an tahun, tubuh kita sedang dalam masa-masanya kuat baik secara fisik ataupun psikis. Belum terlalu banyak mikir ini itu, otot-otot juga masih dalam masa perkembangan. Wajar, pada usia segitu, jarang sekali sakit yang kenyes-kenyes kaya masuk angin, flu dan pilek, asam lambung, ataupun kaya diare gitu.

Usia segitu, saat melakukan perjalanan jauh menggunakan motor tanpa berbekal apapun, cukup aman-aman saja. Jika kebetulan berangkat pagi, belum sarapan, tinggal cari di jalan. Bahkan, tahan lapar sebentar juga relatif aman ya. Begitu juga jika makan siang kelewat jadwal, masih aman jika telat beberapa jam ke depan. Asalkan tidak kurang minum.

Umur 35 plus ternyata berbeda, apalagi umur 40 plus. Saya mulai merasakannya mulai umur 35 plus. Saat melakukan perjalanan jauh baik pagi atau malem, tapi kondisi perut kosong, cepat sekali masuk angin. Obat herbal sekali minum biasanya jadi panasea. Sekali minum, istirahat sebentar masuk angin sembuh.

Pada umur 35 plus, memang tidak terlalu sering kena penyakit kenyes-kenyes begitu. Namun seiring bertambahnya usia, masuk ke 40 plus, kondisi fisik, apalagi jarang olahraga, ternyata penyakit kenyes-kenyes itu seringkali bertambah. Bukan hanya masuk angin, juga lambung, pilek sampai flu jika tidak segera minum obat.

Gaya Hidup Berdampak Terhadap Kesehatan

Oleh karena itu, sebagai bapak-bapak 40plus, ada beberapa penyakit kenyes-kenyes yang sepertinya rutin datang. Padahal sebetulnya bisa diantisiasi dengan aktivitas fisik dan menjaga asupan gizi. Beberapa penyakit kenyes-kenyes tersebut, yaitu:

Penyakit Bapak-bapak: Pilek dan Flu

Pertama, Pilek dan atau Flu. Pilek dan flu memang berbeda. Tapi jika pilek tidak teratasi biasanya walaupun tidak sering dan tidak selalu, beberapa kali berlanjut ke influensa. Pilek menjadi salah satu penyakit kenyes-kenyes yang sering datang karena faktor imun tubuh menurun. Gejala pilek terasa ketika hidung terasa gatal-gatal dan bersin secara terus menerus hingga mengeluarkan cairan. Cairan bukan lendir lagi (tidak seperti ingus - maaf) tapi persis seperti air saja.

Padahal sebetulnya, jika kita bisa menjaga kondisi (imun) tubuh, bisa dipastikan bahwa pilek ini tidak menyerang. Kenapa saya katakan begitu, karena saat sering mendapatkan kunjungan rutin si Pilek, misalnya seminggu atau dua minggu sekali karena tidak pernah berolahraga, saat rajin-rajinnya olah raga, si Pilek enggak pernah datang.

Ini saya alami beberapa kali bahkan sering. Makanya saat rajin olahraga, setidaknya joging dan stretching – peregangan, jarang atau bahkan tidak pernah datang si Pilek. 

Namun saat sedang malas berolahraga atau karena alasan apologetik kesibukan yang terus menerus, dengan waktu yang tidak bisa ditentukan kapan selesainya, sehingga menyita waktu. Alhasil, pilek pun tidak terhindarkan. Pagi bersin-bersin, setelah bersin-bersin hidung terasa gatal-gatal, dan biasanya kalau sudah gatal-gatal, bersin tiap beberapa menit datang lagi datang lagin.  

Penyakit Bapak-bapak: Influenza

Kedua, Flu atau Influenza. Flu tidak sesering pilek datangnya, tapi saat pilek tidak teratasi beberapa kali berlanjut ke Flu. Jika tubuh saya sudah ketiban flu, berabe, bukan hanya hidung susah bernafas karena tersumbat, juga badan terasa demam, kepala juga sangat berat bahkan sakit.

Satu paket dengan pilek, walaupun flu lebih disebabkan oleh virus, namun juga karena imun tubuh tidak sanggup mengusir si virusnya. Jadi jika ingin si Pilek dan si Flu ini enggak mendatangi tubuh kita, rajin-rajinlah jaga imun tubuh ya.

Menjaga imun tubuh bisa dengan olahraga teratur walaupun yang ringan-ringan, tidak sering begadang atau gaya hidup sehat. Begitu juga dengan asupan makanan yang bergizi, pertimbangkan menu sayur dan buah-buahan. Sesekali perhatikan juga suplemen vitamin.

Ilustrasi GERD, sumber: rspp

Penyakit Bapak-bapak: Radang Tenggorokan

Ketiga, radang tenggorokan. Saat imun melemah dan si Pilek mulai datang. Bersin-bersin yang terlalu sering dan rapat membuat tenggorokan sering bergesekan hingga menimbulkan sakit. Saat kondisi tubuh lemah, maka gesekan-gesekan angin yang terlalu keras dalam tenggorokan tersebut mengundang radang untuk tinggal di tenggorokan.

Jadilah radang tenggorokan.  Gejalanya, selain tenggorokan terasa sakit, sakit kepala, walaupun tidak seberat flu, dan demam. Radang tenggorokan bisa dihindari jika pilek tidak menyerang. Ini juga ada kaitannya dengan imun tubuh. Itu berdasarkan pengalaman dan beberapa rujukan yang saya baca.

Penyakit Bapak-bapak: Panas Dalam

Keempat, panas dalam. Bibir pecah pecah dan mulut luka-luka. Selain mulut menjadi bau juga terasa sakit dan perih saat terkena cuka, pedes, atau makanan keras. Mulut juga berasa sangat tidak enak. Jadi suka curiga ini ada kaitannya dengan ginjal. Padahal gara-gara panas dalam. Selain karena kekurangan vitamin C, perilaku awal yang menyebabkan panas dalam adalah kurangnya asupan cairan, misalnya air mineral.

Saat pekerjaan sering dan banyak duduk, biasanya saya agak malas untuk banyak minum, kecuali terasa haus dan mulut terasa kering. Tapi jika tidak haus dan mulutnya tidak kering seolah tubuh kita tidak membutuhkan banyak cairan. Di sinilah gejala panas dalam mulai muncul. Bibir kering dan mulut mulai pecah-pecah sedikit.

Jika kita masih abai terhadap perilaku tersebut, penyakit kenyes-kenyes ini bisa berdampak lebih parah. Karena luka-luka pada mulut bisa menyebar. Pernah membaca atau menonton video ketika pengabaian terhadap penyakit ini berdampak fatal karena area luka tidak hanya satu atau dua titik, tapi hampir seluruh mulutnya mengalami luka-luka, ngeri sekali ya?!

Padahal jika kita disiplin, menyediakan air mineral dalam meja, misalnya tumbler atau gelas besar, mulut kita bisa terhindar dari penyakit luka-luka mulut atau bibir kering dan pecah-pecah karena kekurangan asupan cairan. Bukan hanya kurang minum air mineral/ demineral, juga kekurangan serat dan vitamin yang bersumber dari buah-buahan alami.  

Penyakit Bapak-bapak: Asam Lambung

Kelima, meningkatnya asam lambung. Terus terang saja saya sulit membedakan perbedaan penyakit pada lambung ini. Apakah asam lambung meningkat atau karena lambungnya terluka. Tapi beberapa gejala pernah saya rasakan yang disebabkan oleh kondisi lambung.

Misalnya, sepertinya GERD, saat asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan panas yang luar biasa pada dada dan kerongkongan. Saya mengalaminya beberapa kali dan cukup sering. Biasanya saat tidur, ketika setelah mengkonsumsi khususnya pedas-pedasan yang belum tercerna dengan baik oleh lambung.

Oleh karena itu, sangat masuk akal, jika dalam Islam setelah makan dianjurkan untuk jalan-jalan beberapa keliling di rumah. Bisa jadi agar tubuh cepat memproses makanan dalam lambung tersebut menjadi kalori. Bahkan beberapa referensi menganjurkan, setelah makan malam minimal dua jam jaraknya ke waktu tidur.

Selain GERD, saya juga pernah mengalami tukak lambung. Bahkan sempat tidak bisa bangun, karena luka pada lambung tersebut menyebabkan demam dan lemas selama beberapa hari hingga harus berobat ke dokter. Gejalanya, makanan tidak bisa masuk karena selalu mual dan muntah. Alhasil, badan lemas, kepala juga sakit.

Pada suatu ramadhan beberapa tahun lalu, saya sama keluarga berbuka di luar. Karena saat mau reservasi dadakan dua rumah makan pada penuh, akhirnya saya mencari yang kelihatan masih kosong. Pesan lah saya ikan goreng, namun dengan sambalnya yang tidak biasa, pedasnya berbeda dengan sambal terasi atau sambal tomat. Malamnya langsung kambuh.

Saat orang-orang bisa mudik dan silatuhrami, saya bedrest, seminggu lebih saya berada di tempat tidur. Gejalanya adalah asam lambung naik menyebabkan luka lambung. Sehingga saat memasukkan makanan, langsung mual. Selama 2 hari hampir tidak ada makanan masuk. Sebelum akhirnya ke dokter dan saya disarankan untuk bedrest semingguan.

Satu pengalaman lagi, pada saat liburan pasca lebaran, menjelang duhur, istirahat dan makan. Saat itu memang sudah terasa sangat lapar, saya juga dari pagi sambil ngopi agar tidak mengantuk saat bawa kendaraan. Akhirnya makanlah opor yang dibawa adik saya, dengan sayur ace cabai yang pedas, dan beberapa menit setelahnya langsung mual dan pusing. Gejalanya sama, seperti tukak lambung. Selain mual dan pusing, kepala juga sakit, dan sebadan-badan menjadi sangat tidak nyaman.

Beruntung saat itu, suami adik karena bekerja di salah satu perusahaan farmasi, jadi cukup pengetahuannya tentang obat. Jadilah saya dibelikan obat antimual dan asam lambung. Sekali, dua kali minum, jadilah panasea. Sembuh. Hanya saja liburannya jadi enggak semangat lagi hehehe....

Penyakit lambung lainnya adalah karena kopi. Beberapa kali ngopi, dengan kopi yang bukan biasanya saya buat, misalnya saat berada di hotel. Kopi tanpa ampas, emang cukup enak ya, tapi dampaknya lambung menjadi panas dan biasanya menyebabkan perut gemetaran seolah lapar. Ini juga beberapa kali saya alami.

Ilustrasi kombinasi begadang, kopi, dan kurang asupan cairan. Sumber Unair.

Oleh karena itu, kadang jika sedang tidak percaya diri dengan kopi, saya tidak minum kopi di luar, kecuali di buat di rumah. Karena bisa memastikan, kopinya berasal dari biji asli, air yang digunakan untuk menyeduh juga mendidih atau kurang lebih 97 derajat. Minum kopi tersebut setelah sarapan cukup aman untuk lambung.

Kombinasi begadang, jarang olahraga atau gerak fisik, kurang asupan makanan dan cairan, serta konsumsi kopi berlebih justeru bisa sangat membahayakan hidup seseorang. 

Satu lagi Penyakit Bapak-bapak yang Paling Familiar: Masuk Angin

Keenam, Masuk Angin. Ada yang belum pernah masuk angin? 
pada saat muda bisa dipastikan, sangat jarang sekali kena masuk angin. Tapi sejak usia 35plus, lebih sering usia 40plus, masuk angin ini semacam ritual jika pagi-pagi tidak sarapan. Apalagi saat perut kosong dan terkena hujan atau angin yang tidak nyaman. Oleh karena itu, ini jadi semacam ritual dan lebih bersifat seperti kepastian, tidak sarapan dan kena angin luar yang cuacanya sedang tidak bagus, angin sepertinya nyelonong aja entah lewat mana hehehe...

Itulah penyakit kenyes-kenyes, karena imun tubuh sedang tidak baik-baik saja, yang disebabkan oleh gaya hidup yang kurang teratur yang sering saya alami. Semua penyakit tersebut sangat bisa dihindari jika kita dapat menjaga secara teratur asupan makanan, kecukupan cairan tubuh, olahraga teratur, dan ritme hidup teratur seperti kerja sewajarnya, istirahat cukup, tidak begadang dan lainnya sehingga yang berdampak terhadap imun tubuh yang kuat. ***[]

18 komentar untuk "Penyakit Bapak-bapak yang Bisa Diantisipasi dengan Gaya Hidup Sehat"

  1. Topik seperti ini penting juga untuk diingat, apalagi soal kesehatan yang sering dianggap sepele. Kadang baru sadar setelah mulai merasakan gejalanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya terlalu menyepelekan penyakit dampaknya bisa fatal juga

      Hapus
  2. penyakit kenyes-kenyes nggak tuh sebutannya. Intinya, lebih baik bapak-bpak atau siapapun kudu banget hidup sehat sih ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak ini lebih ke penyakit terlalu memanjakan tubuh hehe

      Hapus
  3. Artikel yang sangat jujur dan personal, bukan sekadar daftar penyakit tapi disertai pengalaman nyata yang langsung terasa believable-nya. Yang menarik itu poin tentang kopi di hotel tanpa ampas yang ternyata lebih keras efeknya ke lambung dibanding kopi rumahan, detail kecil tapi informatif banget buat pecinta kopi. Dan benar, kunci semua ini memang satu: konsistensi gaya hidup sehat. Mudah diucapkan, susah dijalani, tapi bukan berarti tidak mungkin!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya biasanya ngopi di rumah, lebih enak dibanding cafe mas, ngegrinder sendiri, cukup disaring pake saringan, biar cepet ketuangnya. Cuma pas kalo di hotel kan sayang juga ya gak diminum hehe, jadinya ya udah lah daripada mubazir, toh udah dibayar kan, tapi efeknya malah ke lambung. Sebenernya ada caranya juga, cuma kadang malas, setelah meneguk kopi langsung juga teguk air putih, insya Allah aman sih.

      Hapus
  4. Waduh, baca ini berasa disemprot halus sama Abah ya, haha. Bener banget, investasi paling mahal itu emang kesehatan di hari tua nanti. Makasih tips-tips pencegahannya, Bah, sangat bermanfaat buat kita semua!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ini karena saya mengalami banget nih penyakit bapak2 ini hahaha

      Hapus
  5. Satu lagi pa penyakit bapak² yang khas banget dan hanya ada di bapak-bapak yaitu gangguan prostat. Cukup banyak soalnya yang mengalami. Semoga semua bapak-bapak sehat selalu agar tetap bisa bekerja dan menghidupi keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul juga ada prostat, hanya saja mungkin bagi bapak-bapak yang sudah tidak produktif secara biologis ya...., amin semoga pada sehat semua bukan hanya bapak-bapak ya tapi juga ibu-ibunya, biar terhindar dari gangguan prostat

      Hapus
  6. Bapak-bapak atau bukan, pas nambah usia emang badan jadi beda. Maunya sehat, tapi kadang kesenggol angin dikit, loyo. Sekarang minyak angin, freshcare jadi teman setia

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya betul-betul, ini penyakit kenyes2 karena umur dan gaya hidup ya bukan hanya bapak-bapak...cuma karena saya bapak2 aja ditulisnya pake bapak2 hehehe

      Hapus
  7. Biyuh, ini tamparan bagi saya Bah. Punya asam lambung tapi doyan ngopi. Bandel banget. Huehehhe.. cuma kadang ya gimana ya kalau nggak ngopi tuh kayak kurang melek aja mata. 🤭

    Kayaknya ada satu lagi Bah. Kata alm bapak saya, penyakit bapak² yg satunya tuh sakit encok dan punggung. Hehehe.. 🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya, kadang encok kerasa juga di beberapa pergelangan, tapi biasanya jarang, itu pun kalo kedinginan. Biasanya pake frescare sembuh

      Hapus
  8. Pas banget setelah lebaran suami saya langsung nggak enak badan. Kayaknya perkara sebulan nggak minum kopi, terus pas lebaran lanjut minum kopi sama makan makanan yang banyak santan. Langsung deh lambungnya nggak enak... :') Kalau sudah berumur gini memang mesti hati-hati banget buat pilih-pilih makan ya. Bisa jadi pencernaan kaget setelah puasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama puasa, saya juga gak ngopi karena menghindari asam lambung, seminggu setelah puasa, mulai lagi ngopi hehehe

      Hapus
  9. memang seiring pertambahan usia tubuh kita itu ada aja protesnya ya, kak. aku di usia 40 kayak sekarang keluhanku kalau nggak punggung yang pegal ya lutut yang nyeri karena osteoarthritis. trus gampang banget juga kena flu sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak saya juga kadang kerasa pinggang, tapi masih jarang-jrang, itu pun kalo kerjaannya terlalu banyak duduk dan kurang minum, itu kerasa banget pinggang sebelah kiri. Tapi setelah sadar, banyakin minum rutin, biasanya gak kerasa lagi.

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya ya...