Memacu (kembali) Adrenalin di Trek Sukawana: Pemanasan sebelum Family Gathering

Trek Sukawana Lembang

Si Aku masih setia menggunakan masker di Trek Jalur Sukawana Lembang, foto by panyicia

[https://abahraka.com] Bagi penikmat wisata offroad, Jalur Kebun Teh Sukawana Bandung Barat bukan sesuatu yang asing. Jalur ini juga sering dijadikan trek motor trail bagi pehobi trabas hutan.

Bagi saya, ini adalah kali kedua menantang adrenalin di jalur Sukawana. Pertama saat bersama kawan-kawan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Jawa Barat, sebuah komunitas yang fokus pada kampane pariwisata di daerahnya masing-masing melalui platform digital.

Kali kedua, tepat pasca pandemi, bersama kolega kerja. Semacam merajut kembali butiran-butiran silaturahmi pasca hidup individualis saat pandemi. Di sini saya menuliskannya: Memacu Adrenalin diJalur Sukawana.

Saat sampai di area, jarum jam masih berdiam di tengah-tengah antara 6 dan 7, cuaca saat memang lumayan menusuk. Walaupun tidak mengenakan kupluk, beruntung jaket punya gelantungan hoody-nya. Jadilah penutup kepala yang cukup menghangatkan.

Terminal Wisata Grafika Lembang, saya kira ini terminal, karena beberapa unit kendaraan jeep sudah nongkrong berjejer rapi. Panitia pun mengarahkan untuk menempati unit maksimal 6 orang. Pikir saya saat itu, oh hanya sekedar singgah.

Awalnya tidak tahu jika jeep ini akan mengarungi kembali jalur Sukawana. Saya pun ikut tanpa banyak bertanya. Saat memasuki kawasan, termpampang jelas pada Gapura sebuah tulisan, Perkebunan Teh Sukawana.

Trek Semi Offroad

Baru tersadar, bahwa kami akan dibawa aprak-aprakan ka tengah leuweung. Trek yang pernah saya nikmati perjalanan adrenalinnya pada tahun 2018 bersama teman-teman Genpi Jabar.  

Saat memasuki pintu masuk, land rover yang saya tumpangi sampai beberapa kilometer, tidak memberikan kejutan sedikitpun. Akselerasinya datar, jalanpun normal, jalan berbatu seperti kebanyakan di area perkebunan teh.

Mungkin karena ada Ibu-ibu yang menjelang pensiun atau bapak-bapak yang sudah menjelang lansia. Jadinya selow pembawaannya.

Bahkan, kedataran tersebut disambung dengan istirahat sejenak, ngopi-ngopi istirahat, jajan di Tengah jalur Sukawana. Wah gak seseru waktu pertama kali ngetrek di sini, pikir saya saat sedang beristirahat. Sambil menikmati cilok dari mamang yang jualan menggunakan motor ke jalur tersebut di Tengah hutan.

Jajan cilok sebelum membakar kalori di Trek Jalur Sukawana Lembang, Foto by panyicia

Setelah istirahat perjalanan kami lanjutkan, naik kembali jeep land rover. Saat memasuki area yang sudah mulai botak dan bertanah campur lumpur, sopir mulai agak laen. Mulai berani gas-gas dikit, tambah lagi dikit, dikit-dikit jadi banyak. Dan akhirnya All out.

Adrenalin mulai terpacu. Tambah lama tambah berani. Para penumpang yang kebanyakan masih usia muda, jelas sekali, bukannya cemas, malah menantang. Sopir pun tambah beringas.

Mau tidak mau penumpang benar-benar harus siap dengan kejutan-kejutan yang diberikan sopir. Karena ternyata sopirnya benar-benar ‘gila’. Tiada ampun setiap menemukan area yang cocok buat pacu adrenalin, sang sopir langsung Gassss.

Kejutan-kejutan yang diberikan sopir tanpa aba-aba merepotkan pertahanan kami di kabin belakang. Seorang teman berteriak sejadi-jadinya. Oaaaaach …aaaaaagh.

Benturan demi benturan tidak tertahankan. Yang bertugas berpegangan bukan hanya tangan, kaki pun memasang kuda-kuda agar badan tidak oleng ke sana kemari. Apalagi seseru ini, kamera smartphone harus tetap siaga menangkap momen-momen seru sekaligus menegangkan.

Namun, tidak disangka, ternyata pacuan adrenalin kali kedua ini lebih tereksplore. Sang sopir land rover, yang seharusnya membuat penumpangnya ‘nyaman’ memberikan kejutan-kejutan yang tidak terduga.

Jika pada kali pertama ke sini, sang sopir cenderung mengendarai Land Rover biasa-biasa kecuali ada kejutan jalan yang memacu adrenalin itu hal biasa. Kali ini, sang Sopir memang dengan sengaja mamacu adrenalin dengan aksi-aksinya yang ‘Gila’.


Salah satu trek yang memompa adrenalin trek Jalur Sukawana Lembang, foto by abahraka

Sang sopir off road benar-benar mengajak kami mengaduk perut dan meningkatkan hormon adrenalin. pada saat jeep yang kami tumpangi memasuki jalanan sempit.

Seketika sang Sopir memacunya tanpa takut menyerempet dinding. Gass ditekan habis dan kendaraan tua bertenaga ini lari sekencang-kencangnya zzzzzzzzzzzz suaranya bertabrakan dengan suara histeris penumpang aaaaaaachhhhh zzzzzzzzzz aaaaaaaagh.

Tentu saja sang sopir sejak awal sudah bertanya kesiapan, tapi tidak selalu memberikan aba-aba. Kami pun berteriak, antara cemas takut jeep kami terkena dinding, kepala kami terbentur, dan juga semangat kami yang menggebu.

Saya yang berada di kabin belakang, sambil menahan kaki agar tidak terlalu terbawa goncangan juga sesekali sambil tetap menyalakan kamera selular. Rasa takut bercampur pompaan kelenjar adrenal. Kami pun berteriak bersama. Berteriak tanpa arti yang jelas...oaaaaa..aaaaach...owaaaaaaaa.

Begitu juga saat jeep melewati jalan yang bergelombang dan penuh air, sang sopir memberi aba-aba agar siap-siap, kejutanpun terjadi dengan melakukan akselerasi yang cepat. Alhasil kami kembali berteriak karena hormon adrenalin kami terpacu…oaaaaaa....aaaaaaacchh....owaaaaaaaa...

Ternyata bukan pada unit yang kami tumpangi saja sang Sopir mengocok perut dan memacu adrenalin, unit lain pun dibuat sama. Bahkan ada yang sampai pindah unit karena terlalu campur antara yang tidak siap dengan yang siap memacu adrenalin.

Istirahat Setelah Ngetrek Gila Jalur Sukawana

Istirahat sambil sarapan di tengah hutan Trek Offroad Jalur Sukawana, foto by panyicia

Ronde pertama selesai. Kami berkumpul di tengah hutan yang terdapat area istirahat. Di sana sudah tersedia beragam makanan tradisional, khususnya umbi-umbian yang dikukus kacang tanah, seupan cau, ubi. Plus ciri khas makanan Jawa Barat yang susah dihilangkan dari semua benak penikmatnya bala-bala, gehu, combro, goreng pisang.

Sesaat duduk bersama, cuaca justeru masih sangat dingin. Karena pemberhentiannya tepat berada di tengah hutan. Kami cukup senang dan mulai mengenal satu sama lain. Karena walaupun satu Gedung tempat kerja, tidak semua ketemu tiap hari. Ada kalanya tidak pernah ketemu apalagi saat pandemi.

Minumannya tersedia teh manis hangat dan bandrek. Tentu saja walaupun telah mengalami guncangan sehingga tubuh ini jadi sedikit terpacu dan hangat, saya tetap memilih bandrek. Karena selain hangat di tenggorokan, komposisi jahenya bisa menghangatkan perut juga.

Berbagi cerita keseruan, ternyata kolega kerja, seorang ibu paruh baya, kira-kira seusia dengan saya kurang lebih, hak sepatunya lepas. Ternyata, bisa jadi unit Land Rover lain yang ditumpangi guncangan-guncangannya lebih keras.

Kami pun berbagi tawa dan cerita. Keseruan tentang wisata semi offroad ini sambil menikmati hidangan umbi-umbian dan goreng-gorengan.

Salah satu trek landai jalur Sukawana Lembang, Foto by panyicia

Satu dua seruput bandreknya menghangatkan perut. Matahari sudah mulai menembus celah-celah pohon pinus. Sedikit menghangatkan kulit yang masih berbalut dengan jaket.

Ronde Kedua Trek Sukawana Melandai

Satu jam cukup beristirahat, matahari tidak lagi malu-malu menembus celah pohon pinus, ia berhamburan menghangatkan tubuh kami.

Sebagian ibu-ibu memilih bertukar tempat dengan bapak-bapak, karena sebelumnya masih ada yang bercampur dan dinamikanya tidak sama. Untuk menyamakan kebutuhan ritme, maka yang kurang siap mendapatkan goncangan berpindah kabin.

Ronde kedua dimulai, hanya saja ronde kedua tidak seseru ronde pertama. Karena hanya tinggal menghabiskan sisa trek. Walaupun ada guncangan-guncangan, teriakan-teriakannya tidak sekeras pada ronde pertama. Hingga akhirnya sampailah di sebuah area yang terdapat sebuah warung.

Jalannya sudah mulai agak melandai dan cukup bagus. Land Rover yang kami tumpangi sebentar lagi akan keluar jalur dan masuk jalur Cikole.

Jalan Cikole jalannya sudah beton. Artinya saat kendaraan kami menapakkan kembang bannya pada jalan berbeton tersebut, berakhirlah petualangan kami di trek jalur Sukawana.

Tampak bangunan café ala gunung berdiri megah, dengan cat flat berwarna kopi gosong. Megah, gagah, dan sepertinya cukup nyaman jika bisa ngopi di sana hehehe. Atau mungkin bisa sambil camping ceria bersama keluarga.

Menu Utama, Family Gathering

Saat membayangkan itu terjadi, kendaraan kami sudah sampai di jalan utama Lembang Ciater dan sampailah kembali di Terminal Wisata Grafika Lembang.

Pilihan trek Sukawana, merupakan pembuka menu sebelum melakukan outbonding di salah satu destinasi wisata daerah Lembang tersebut.

Sebagai pembuka menu famili gathering tersebut, justeru saya merasa, wisata off road sebagai menu utama.

foto by panyicia

Family Gathering dibuka dengan permainan bersama, yang mengenalkan kami satu sama lain.

Tidak terasa, waktu menunjukkan pukul 12.00 waktunya makan siang. Setelah makan siang, kami memiliki beberapa kupon permainan salah satunya adalah flying fox. Kami melakukannya secara massal.

Permainan terakhir yang kami nikmati kebersamaannya hingga bisa mengenal satu sama lain adalah paint ball. Cukup seru dan lama juga berada di area paint ball ini. Hanya sayang karena harus menggunakan pakaian lengkap selain tidak nyaman dengan kacamatanya karena bertabrakan dengan kacamata minus, juga pelindung pakaian yang membuat gerah. Tapi seru-seruan aja ini mah.

Paint Ball menjadi menu permainan terakhir. Langit mulai gelap. Adzan magrib berkumandang. Kamipun berhenti.

Foto Ceria setelah menjadi team paint ball, foto by panyicia

Penutup terakhir menu makan malam di tempat yang lebih menyerupai café restoran. Cukup nyaman walaupun berada di Gunung. Tambah satu dua lagi berkenalan dengan teman baru. Menambah keakraban penutup menu family Gathering.***[] 

60 komentar untuk "Memacu (kembali) Adrenalin di Trek Sukawana: Pemanasan sebelum Family Gathering"

  1. Wahh menarik banget perjalanannya ya. Bisa jadi untuk healing sekaligus fun bareng temen temen disana. Menikmati keindahan nya juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menghirup udara segar di tengah hutan, secara Lembang apalagi Cikole hutannya masih padet.

      Hapus
  2. Saya nggak bayangin jalan gimana goncangan naik jeep land over lewat jalan offroad. Bisa-bisa kaki saya lemes duluan, Bah. Hehehe.. Apalagi saya tipe orang yang mual kalau naik jeep dan medannya seperti offroad. Tapi serius, seru sekali menggunakan jeep dan rame-rame gitu.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampe ada yang copot haq sepatu saking goncangannya keras mbak Dinda....

      Hapus
  3. Aku tuh agak ngeri kalau offroad begini. Cuma, terkadang pingin gitu nyobain memacu adrenalin. Kayak terpental-pental gitu ya, Kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang ini juga ngeri-ngeri sedap sih mbak Yuni, terpental-pental kesana kemari...

      Hapus
  4. Seru banget ceritanya, Abah! Kebayang tegangnya nyetir di trek sempit Sukawana, tapi juga ada rasa lega dan segar yang cuma bisa didapet dari alam. Jadi pengen ke sana juga buat reset kepala.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya kalo yang nyetir asyik2 aja tuh bang, bisa ngerjain penumpangnya hahaha

      Hapus
  5. saya sudah lama tidak ada kegiatan seperti ini
    terakhir malah waktu jaman corona
    setelah itu sudah tidak pernah lagi ada acara sperti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba kang, sekarang di setiap daerah kayaknya ada ya, apalagi di Sukabumi juga banyak Gunung-gunungnya gitu ya

      Hapus
  6. Dari baca artikel ini aja udah kerasa serunya wisata offroad! Berarti sebelum ikut wisata offroad ini, jangan habis makan berat ya, kalau iya nanti bisa muntah karena trek dan cara nyetir si supir jeepnya bisa mengaduk perut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampe ada yang haq sepatunya copot....ya betul jangan makan berat, sarapan alakadarnya aja biar gak muntah, karena beneran perut serasa dikocok dengan goncangan-goncangannya

      Hapus
  7. Wah ini kalau penumpang gampang mabuk kayaknya bakal menderita banget diajak bermanuver di medan off road heu. Tapi pastinya seru ya kak bisa menikmati kebersamaan dengan rekan kerja lewat family gathering ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang udah kaya naik roller coaster, tiba-tiba digass masuk ke ruang sempit dan kita ketarik otomatis...

      Hapus
  8. Snacknya Indonesia banget ya Bah.. jauh-jauh ngetrek pun tetap ada penjual Cilok hehe
    Eh, sepertinya pengemudi Land Rover memang sudah pada paham betul medan yang akan ditempuh, kapan harus memacu kendaraan, kapan harus slow jadi penumpang semakin menikmati perjalanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya di tengah hutan pas banget snacknya umbi-umbian plus bandrek pas masih dingin2nya...

      Hapus
  9. keren banget family gatheringnya
    pasti sangat berkesan dan pengen balik lagi hihi...
    termasuk saya juga jadi asa pengen jajan cilok ini teh

    BalasHapus
    Balasan
    1. cilok mah mending bikin biar kenyang teh hahaha

      Hapus
  10. Menarik dan serasa diajak ikutan semi off-road pake mobil khas buat jelajah area hutan. Mantap banget yaa supirnya beneran ngajak buat merasakan gajlugan yang wow bikin kaget auto teriak juga pastinya.

    Kebersamaan dan keakraban di momen gathering acara utama jempolan, berkesan. Bonusnya dapat teman baru juga komplit sangat ini sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe iya itu dia dapat bonus teman baru jadi pada kenal

      Hapus
  11. Kebayang serunya off road begini. Pernah satu kali ngadain acara begini dr kantor di dari Cikole Lembang juga tp lupa euy nama areanya. Gak bakal terlupakan karena selain medannya yg sangat menantang waktu itu hujan angin dan kami terperangkap dahlia Cyclone beneran kirain itu settingan panitia melewati jalanan yg penuh air dan banyak pohon tumbang. Ternyata ada badai dan di luar prediksi panitia. Seru bgt tp Alhamdulillah semua selamat dan kami harus pulang jalan kaki dibawah hujan angin krn medan gak bs dilewati mobil jip dan terperangkap pohon tumbang yg gak bs digeser. Seru bgt...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Lembang selain Sukawana emang ada beberapa, Offroad Cikole sama ada satu lagi, lupa namanya.

      Hapus
  12. Aku suka nih aktivitas yang memacu adrenalin gitu seru aja. Wisat aoffroad motor trail sih belum pernah, boleh dibonceng gak sih? hihihi
    Tapi kalau aprak-aprakan di leuweung pernah bahkan nyasar juga pernah :)
    Seru juga ya ngetrek di Sekawana, maulah cobain kapan-kapan apalagi naik land rover yang tangguh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya jadi beneran refresh ya aprak-aprakan itu

      Hapus
  13. Berasa ikutan kegonclak-goclak karena mobil berjalan ugal-ugalan saat mengarungi Trek Sukawana Lembang. Kereen.. gak ada yang tumbang!
    Get back stronger yaah.. tapi sisa trek kurang memacu adrenalin.

    Overall, perjalanan Trek Sukawana Lembang ini masih terbilang ramah yaa.. untuk usia dewasa.
    Kalau untuk anak-anak, bolehkah join semi off-road Trek Sukawana Lembang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat anak juga bisa, kan nanti bisa disesuaikan akselerasinya, dan harus didampingi setiap unit kendaraannya sama orang tua. Sebetulnya masih terbilang ramah treknya, tergantung cara supir membawanya aja teh

      Hapus
  14. Pernah juga nih ke area Lembang, tp bukan Sukawana ini. Dulu cuman main outbond, terutama paint ball dan icebreaking buat menyatukan team.

    Jujur blm pernah ikut yang trek pakai mobil offroad gini. Seru banget tuh kalau lihat di Jejak Petualang. Atau dari cerita abah Raka ini. Smg suatu saat bs ikutan ahhh bareng family.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya pas kalo rombongan atau tim itu, gak satu unit aja tapi beberapa unit kendaraannya jadi tambah seru

      Hapus
  15. Dengan postur badan daku yang kecil, kayaknya kalau naik mobil offroad gini, kudu gak hanya pegangan tapi pakai sabuk pengaman banyak, bisa lompat-lompat dah kalau nggak hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha saya juga kecil kok, nahan selain pake kaki cari tempat yang tangannya bisa pegangan, misalnya belakang supir....

      Hapus
  16. Kalau naik jeep di Bromo termasuk offroad bukan, kak ? saya tahun 2019 pernah naik jeep di Bromo dan rasanya ya ampuung deg degan soalnya kan jalan sempit dan di samping kiri itu jurang. Trek Sukawana lebih bikin deg degan sepertinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bromo kayaknya bukan termasuk ya, karena jalannya aspal ya, hanya treknya naik terus ya dan curam banget ya....

      Hapus
  17. Anonim11/8/25

    Selalu pengen ke Lembang ada banyak tempat tempat nature kYak gini. Semoga next bisa kesini

    BalasHapus
  18. Baca ceritanya bikin ikut deg-degan! Cocok banget buat yang doyan memacu adrenalin di alam terbuka

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya yang dalam mobil soalnya diobrak-abrik sama land rover ke sana kemari

      Hapus
  19. Ya Allah seruuu pisaan paak, off road gini,,,,saya belum pernah...kalau camping dan kegiatan alam lain pernah....pasti menantang banget ini menapaki medan terjal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ini agak susah sih kalo hanya tim kecil keluarga misalnya, emang harus tim besar biar barengan dan banyakan mobilnya jadi seru....

      Hapus
  20. baca tulisan ini jadi ingat sama perjalanan ke bromo soalnya naik jeep juga. pas berangkat masih tahan tapi pas perjalanan pulang asli mabok dan rutenya juga lumayan curam ternyata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya itu curam banget ya pas ke bromo, ngeri-ngeri sedap ya

      Hapus
  21. Hanjakal pisan dulu pas gathering sy na pulang duluan bah huhuhu mun aya acara deui kadinya berkabar bah. Pasti seru yeuh ayeuna mah nya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kang de, itu momen paling serunya di situ hahaha

      Hapus
  22. WAAA SERU BANGEEETTT. Pengen juga, Abah! (((Pehobi Trabas Hutan))) wkwkwk bisa aja bahasanya. Saya udah di Bandung dari 2008 tapi belum pernah ke Sukawana, atau offroad di Sukawana.

    Aduh eta nikmat pisan sarapan umbi-umbian pagi-pagi di tengah hutan. Cuma kenapa teu aya kopi haneut hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kopi panas ada sih, tapi saya lebih memilih bandrek, soalnya di tengah-tengah hutan ngeri-ngeri sedap kalo minum kopi sembarangan hehehe

      Hapus
  23. aku kok mules bacanya, hahaha... apalagi sopirnya mulai gas pol. Kudu pegangan erat dan siap-siap teriak. Bisa turun di tengah jalan gak sih kalau gak kuat? hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi yang ikut offroad, mulesnya beneran, perut serasa dikocok itu bukan hiperbola, tapi faktanya gitu....

      Hapus
  24. Aduuuh abah teu sieun eta naik jeep bari abrag-bragan?? Apalagi saya baca eta ada ibu-ibu juga tapi kuat yaa, haha. Gak kebayang sih mun saya ikutan, padahal belum tua-tua amat ya tapi udahnya pasti carangkel eta mah, hihihi. Tapi, seru ya, biar pegel dan carangkeul jadi happy sih apalagi ketemu teman baru ya, cangkeul mah kantun nganggo geligak, hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini kaya naik rollercoaster kan, ngeri-ngeri pas lagi di mobilnya, tapi seru abisnya gitu...hehe

      Hapus
  25. Kalo dibayangin, pas ronde kedua dikencengin juga, apa kabar segala gebu, bala-bala, pisang, goren, dan lain-lainnya di dalam perut peserta yang duduk manis di jeep ya, Kang. Wkwkwkwk ....

    Kebayang banget serunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha itu alamat pada balik lagi itu bala-bala dan ubi....

      Hapus
  26. Pastinya dah pada teriak, meski mungkin suaranya sember hehe.
    Daku pun kalo ikut kayak gitu, juga bakalan teriak, plus sambil pegangan kenceng 😄.
    Kebayang kalo itu habis hujan, hadeeh becek tapi juga lebih serem kali ya, karena bakalan licin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya ini pada teriak semua, kemaren gak hujan sih, tapi ada bekas-bekasnya, jadi ada genangan-genangan....

      Hapus
  27. Cerita pengalaman memacu adrenalin di trek ini seru banget. Jadi bikin aku bayangin sensasi dan tantangannya di lintasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu baru cerita, apalagi pas di lapangannya ya...

      Hapus
  28. Sebagai penyuka olahraga offroad, kemana saja saya selama ini kalau ke Bandung tapi belum tahu soal Sukawana ya? Pernah main ke beberapa Kebun teh tapi sepertinya saya belum familiar dengan kebun Teh Sukawana dan jalur offroadnya ini.

    Ini bisa jadi tujuan wisata saya berikutnya kalau main ke area Bandung Barat lagi nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini nembus dari Parongpong ke Lembangnya

      Hapus
  29. Ini jadi titik kumpulnya di Grafika Lembang ya, Kang? Kalau sekiranya kita mau ikutan, ada nomer kontak yang bisa dihubungi kah?
    Buat abis Lebaran tahun depan, sih rencananya, nunggu boleh ajrut-ajrutan dulu ama dokter :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, karena siangnya ada famgath di Grafika, jadi titik kumpul dan berakhir di Terminal Grafika, setelah beres trek-trekan lanjut FamGath-nya....

      Hapus
  30. Seru banget kang, apalagi naik mobil dengan trek seperti ini tuh mantep bener. Jadi pengen deh kesini, doakan secepatnya jadi orang Jabar ya, biar bisa Travelling keliling Jabar lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga penugasannya mendekat ke lemah cai nya ceu....

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya ya...